|
|
|
Tak Perlu Takut Tak Bisa Menari
" " Kamis, 11 Maret 2010 | 19:32 WIB
Laporan :
Laporan: Ariestia PEKANBARU, TRIBUNPEKANBARU.COM - Purna Caraka Muda Indonesia (PCMI), Rabu (10/3), mengadakan sosialisasi program Pertukaran Pemuda Antar Negara. Program ini merupakan kesempatan emas bagi pemuda-pemudi Indonesia untuk mengembangkan diri dan mengenal kebudayaan lain. Sosialisasi diadakan di Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Riau Jalan dr Sutomo. Sekitar seratus peserta dari berbagai universitas di Pekanbaru memenuhi ruangan dan mendengar dengan penuh minat penjelasan narasumber. Secara umum, program yang disampaikan dikelompokkan dalam tiga kategori negara atau wilayah. Pertama Kanada, dalam Program Pertukaran Indonesia Kanada (PPIK). Kedua Australia, dalam Program Pertukaran Indonesia Australia (PPIA). Serta yang ketiga negara-negara ASEAN dan Jepang; dalam Program Kapal Pemuda Asia Tenggara. Lebih dikenal dengan nama Ship for South-East Asia Youth Program (SSEAYP). PPIK berlangsung selama kurang lebih enam bulan, dengan skema tiga bulan pelaksanaan program di Kanada dan sisanya di kawasan rural Indonesia. Secara umum, kegiatan selama program berfokus pada bidang pemberdayaan masyarakat sekaligus pengembangan potensi generasi muda itu sendiri. Sedangkan PPIA, berlangsung selama kurang lebih lima bulan, dengan skema dua setengah bulan pelaksanaan program di Australia dan sisanya di kawasan rural Indonesia. Kegiatan selama program berfokus pada pengembangan profesionalisme yang diterapkan melalui kerja magang serta pemberdayaan masyarakat dan pengembangan potensi generasi muda itu sendiri. Sedangkan Program Kapal Pemuda Asia Tenggara belangsung selama sekitar empat puluh hari dengan mengunjungi beberapa negara anggota ASEAN dan Jepang. Tujuannya mempererat tali persahabatan serta pemahaman antarbudaya yang kuat antara pemuda negara-negara ASEAN dengan pemuda Jepang, sebagai negara mitra. Pada sesi akhir, peserta melontarkan pertanyaan-pertanyaan yang mewakili keingintahuan para calon peserta lainnya. Misalnya, seorang peserta bertanya apakah ia bisa mengikuti proses seleksi jika tidak bisa menari. Selama ini, banyak yang takut untuk mengikuti tes karena merasa tidak memiliki kapasitas kemampuan menari. Namun, menurut narasumber yang merupakan alumni, kemauan dan tekad yang diperlukan. Peserta tak usah khawatir karena jika lolos seleksi selama ditraining, mereka akan dibekali pengetahuan menari. Untuk mendaftar seleksi pertukaran pemuda tak dibutuhkan persyaratan muluk-muluk kecuali bisa berbahasa Inggris dan berusia 20 hingga 25 tahun. Menurut ketua PCMI, Alfa Noni, kemampuan Bahasa Inggris memang sudah menjadi syarat mutlak karena itu yang terpenting dalam komunikasi. Peminat sudah bisa mendaftar hari ini, Rabu (11/3) hingga 26 Maret 2010 pada pukul 09.00 WIB sampai 16.00 WIB di Dispora Jalan dr Sutomo. Dalam sosialisasi kemarin, hadir juga sekitar 10 alumni PCMI atau organisasi independen alumni program pertukaran pemuda tersebut. Mereka berbagi pengalaman menarik yang memacu semangat peserta untuk berusaha bersaing menjadi utusan berikutnya. Selama di Kanada, Renza mengalami berbagai kejadian menarik hingga lucu. Contohnya saat gembira pertama kali melihat salju, atau saat pakai sarung kotak-kotak yang biasa digunakan di Indonesia, dikira penduduk setempat lambang marga seperti Skotlandia. Di Kanada, ia bersama peserta lainnya berkesempatan untuk tampil dihadapan orang-orang Kanada untuk memperkenalkan budaya Indonesia. Renza juga mengatakan selama di Kanada memberikan kesempatan baginya untuk menunjukkan muslim itu bukanlah teroris seperti yang banyak dikira masyarakat setempat. Eddie Yusti, Kepala Bidang Pemuda Dispora Riau mengatakan program pertukaran pemuda mendorong pemuda Indonesia memahami pluralisme antar budaya berbeda secara lebih dalam. Pertukaran akan memberikan kesempatan untuk mengembangkan diri menjadi generasi muda yang lebih tangguh dalam menghadapi tantangan di masa mendatang. (ans) KOMENTAR ANDAkomentar : Silahkan Isi Komentar anda dengan tidak menyinggung SARA
|
Terkini
|