Sebuah guci terbuat dari batu andesit, ditemukan Dulmukyan (44), warga Desa Jarin, Kecamatan Pademawu, Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur. Guci atau lesung ini, berdiameter 10 centimeter. Dulmukyana atau yang akrab dipanggil Nur ini menemukan lesung pada Selasa (3/2) lalu.
Kabar penemuan lesung kuno ini sempat menggemparkan kampung. Tak sedikit warga setempat yang penasaran untuk melihat lesung yang mirip alat penumbuk kopi itu. Saat ditemukan, di dalam lesung itu juga terdapat 44 kepingan logam mirip kancing baju berbentuk cembung. Di atasnya terdapat tulisan tapi hurufnya tidak jelas namun mirip huruf Sansakerta, Cina dan Arab.
Nur mengaku beberapa kali bermimpi menggendong bayi sebelum menemukan guci itu. Pada Selasa (3/2) pagi Nur hendak keluar rumah akan tetapi dihadang pemandangan yang tak lazim yaitu sebuah gundukan tanah yang sebelumnya tidak pernah ada. Karena penasaran, Nur mengambil linggis dan menggalinya.
Kini, Pak Nur menyimpang lesung dan kepingan logam itu. Namun, jika diperlukan untuk bahan penelitian arkeolog, Nur berjanji akan menyerahkan kepada benda temuannya ini kepada Negara.
Secara terpisah, Kepala Dinas Pemuda Oalahraga dan Kebudayaan (Disporabud) Pamekasan, Yusuf Suhartono, menanggapi serius penemuan benda yang diduga peninggalan zaman kuno tersebut. Yusuf berjanji akan menemui Nur sang penemu guci. Jika benar sebagai peninggalan arkeolog, maka Yusuf akan memberikan semacam uang kompensasi kepada sang penemunya.
(
TI)