Meski pemerintah sudah mengumumkan tidak ada tuslah untuk angkutan Lebaran 2009, namun kenyataan di lapangan ternyata berbeda. Masyarakat yang akan mudik tahun ini tetap mengeluhkan harga tiket bus antar kota antar provinsi di Pekanbaru, yang ternyata naik bahkan hingga mencapai 100 persen dari harga normal.
Para agen bus ini selalu beralasan tiket sudah habis, untuk menaikkan harga kepada para pemudik. "Saya ambil tiket ke Medan untuk empat orang. Saya sudah mutar-mutar ke berbagai perusahaan bus, dan agen menyatakan tiket sudah penuh mulai tanggal 14 hingga 21 September. Lalu ada yang menawarkan Rp 300 ribu, ya terpaksa saya ambil," kata Eka, yang hendak mudik ke kampung halamannya di Aceh, Senin (14/9).
Menurut Eka, biasanya untuk bus eksekutif full AC, dengan bangku 2-2 dan fasilitas toilet, dia hanya harus membayar Rp 150 ribu sampai Medan. Sedangkan untuk kursi yang ada sandaran kakinya berharga Rp 170 ribu. Sementara untuk kelas super eksekutif dengan bangku 2-1, ongkosnya Rp 215 ribu.
"Jadi tiket yang harga Rp 300 ribu saya bayar itu untuk jenis bus yang biasanya harga tiketnya cuma Rp 150 ribu," kata Eka.Ketika ditanya ke beberapa agen bus tujuan Medan, rata-rata mereka menyatakan tiket sudah habis terjual terhitung tanggal 14 September hingga tanggal 20 September mendatang. Salah seorang agen bus membantah mereka menjual tiket dengan harga yang naik 100 persen.
"Memang naik. Tiket yang biasanya Rp 150 ribu menjadi Rp 200 ribu," kata Marbun, agen bus Makmur tujuan Medan.Saat ditanya ada yang menjual tiket ke Medan hingga Rp 300 ribu, pria ini menjawab mungkin itu dibeli masyarakat dari calo.Kenaikan ongkos bus ini memang tidak seragam. Sebelumnya sudah ada imbauan dari Dishub Pekanbaru dan Provinsi Riau bahwa tidak ada tuslah angkutan Lebaran.
Tetapi kenaikan dibolehkan berdasarkan tarif batas atas dan batas bawah yang sudah ditentukan sejak lama.Untuk harga tiket bus super ekskutif tujuan Jakarta yang biasanya Rp 650 ribu, saat ini dihargai berkisar antara Rp 750 ribu hingga Rp 850 ribu. Sedangkan untuk bus ke beberapa daerah di Sumatera Barat yang biasanya Rp 60 ribu menjadi Rp 90 ribu.
Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informasi (Dishubkominfo) Kota Pekanbaru, Pria Budi, menyatakan harga tiket yang melambung hingga 100 persen biasanya karena masyarakat membelinya pada calo. Jika kenaikan dilakukan resmi oleh perusahaan, Pria Budi menyatakan Dishub akan memberikan sanksi kepada perusahaan bersangkutan.
"Kalau masyarakat memang menemukan indikasi perusahaan yang menaikkan ongkos hingga 100 persen, laporkan ke kita akan kita tindak. Tapi kalau masyarakat membeli pada calo, kita memang tidak bisa berbuat apa-apa," ujarnya. (ant)
(
zulham)