Serba Serbi Ramadhan
Lihat Hilal di Gedung Surya Dumai
Selasa, 15 September 2009 | 10:47 WIB

Get the Flash Player to see this player.


KANWIL Departemen Agama Riau akan mengadakan Rukhyatun Hilal untuk menetapkan tanggal 1 Syawal, Sabtu, (19/9) mendatang.
Rukhyatun Hilal perlu dilakukan mengingat belum adanya kepastian kapan mulai Hari Raya Idul fitri.

Berdasarkan hitungan penanggalan, hisab 1 Syawal seharusnya jatuh Minggu, 20 September. Hal ini disebabkan Senin, posisi bulan sudah berada lima derajat diatas ufuk. Namun untuk memastikan, depag Riau bersama sejumlah ahli perbintangan dan organisasi Islam, akan melihat hilal dari Gedung Surya Dumai.

Kepala Bidang Urusan Agama Islam Kanwil Depag Riau, Albakiran Balim, menyatakan Rukhyatun Hilal perlu dilakukan untuk memastikan apakah 1 syawal tersebut hari Minggu atau Senin.

Bila Badan Rukhyatun Hilal Riau melihat anak bulan Sabtu sore, dipastikan Minggu merupakan satu syawal dan lebaran. Namun bila hingga senja hilal belum juga terlihat, Depag akan menunggu keputusan resmi dari pemerintah.

Menurut Albakiran, bila dihitung sesuai tanggal, satu syawal adalah hari minggu. Hal ini disebabkan rentang bulan Syaban mencapai 30 hari. Dalam penanggalan Islam, bila satu bulan dilewati selama 30 hari, maka bulan berikutnya sebanyak 29 hari.

"Kemarin bulan Syaban sebelum Ramadhan kita genapkan menjadi 30 hari. Otomatis Ramadhan hanya 29 hari, karena dalam Islam tidak ada dua bulan berturut memiliki 30 hari," katanya pada Tribun.

Proses melihat hilal di Pekanbaru, sambung Albakiran akan dilakukan sejak pukul 17.00 WIB. Hingga senja sejumlah ahli akan menunggu dan melihat bergantian melalui teropong. Bila cuaca cerah, berapapun derajat kemunculan hilal bisa terlihat. Namun bila cuaca mulai terganggu, dipastikan tim akan mengalami kesulitan melihat hilal.

Apapun hasil pantauan tim Rukhyat, menurut Albakiran akan disampaikan pada pemerintah. Di Jakarta, pemerintah akan merapatkan dan menelaah laporan tim Rukhyat dari seluruh propinsi melalui sidang itsbat.

"Terlihat atau tidak, kita akan memberikan laporan pada Tim Rukhyat pusat untuk dibahas. Pembahasan akan dilakukan pada hari yang sama saat tim propinsi melakukan pemantau," ujarnya.

Terkait adanya pengumuman Lebaran tanggal 20 September oleh Muhammadiyah, Albakiran menyatakan tidak masalah. Muhammadiyah sebagai organisasi Islam, memiliki ahli dan pemikiran sendiri.

Melalui metode yang mereka gunakan, Muhammadiyah bisa menentukan satu syawal jauh hari. Masalahnya sambung Albakiran, belum tentu pemikiran ahli dari Muhammadiyah ini selaras dengan pikiran organisasi Islam lain terkait penetapan lebaran. "Himbauan Muhammadiyah ini juga diutamakan bagi kalangan mereka sendiri," ujarnya

Albakiran mengatakan, depag secara hisab juga telah menentukan tanggal 1 Syawal. Namun hal tersebut belum bisa diekspos mengingat banyaknya organisasi islam yang harus diakomodasi. Hisab yang telah ditentukan oleh depag, harus memperoleh persetujuan dari pemerintah.

"Kita juga sudah hisab tanggal 1 Syawal. Namun belum bisa diekspos karena belum ditetapkan oleh pemerintah. Penetapan tersebut dilakukan dalam sidang itsbat malam hari setelah prosesi melihat hilal," ujarnya.(cr1)

(harismanto)


komentar
Name
Email
Alamat
Komentar
Security Code
Surat Kabar
Majalah dan Tabloid
Penerbit
Media Elektronik
Industri dan Lain-lain
Hotel & Resort
© 2008 IT tribunpekanbaru.com (Dinoz). All rights reserved