Gali Keunggulan Lokal


FAISAL ALMATIIN, Warga Dumai
Sabtu, 29 Agustus 2009 | 01:45 WIB


GELIAT pembangunan Pelabuhan Roro Dumai-Melaka yang berlokasi di Jalan Batu Bintang Purnama terus digesa jelang waktu pengoperasian. Infrastruktur pendukung dermaga seperti pagar dan finishing badan pelabuhan terus dilakukan Pemko Dumai dan didukung Pemprov Riau.

Keberadaan pelabuhan ini kelak bisa menjadi daya tarik bagi para investor, baik lokal maupun internasional yang akan menanamkan modalnya di daerah ini, sebagai infrastruktur pendukung KEK (Kawasan Ekonomi Khusus). Adanya KEK kelak mampu menggerakkan sektor ekonomi lain, sebagai pengaruh dari multiplier effect.

Harapannya, keberadaan dermaga ini harus didukung oleh seluruh elemen masyarakat, bukan hanya pemerintah. Satu hal yang saya lihat, saat ini Dumai belum memiliki barang dan makanan yang menjadi ciri khas daerah yang bisa dijadikan cendera mata sebagai pembeda dari daerah lain. Sehingga pendatang dari daerah lain yang berkunjung ke Dumai tak punya kesan pada daerah ini.

Kalau pun ada, itu pun belum bisa dijadikan maskot daerah.Begitu pun kearifan lokal, seperti tradisi khas masyarakat tempatan yang dikenal dengan Melayu-nya masih belum tergali. Padahal dari sisi budaya, masyarakat di daerah ini punya hubungan kekerabatan yang erat dengan warga melayu di semenanjung Malaysia.

Tak jarang, sebagian warga Dumai masih memiliki keluarga, mak cik (bibi), pak cik (paman), nenek dan atuk (kakek) yang tinggal di sana. Saking dekatnya, melancong ke Malaka mau pun ke Dumai bak pulang ke kampung halaman. Hanya dipisah batas negara. Dari sisi bahasa dan tradisi, keduanya tak berbeda jauh.

Masyarakat dan pemerintah harus jeli melihat peluang ini. Jangan sampai daerah ini hanya dijadikan sebagai tempat persinggahan. Padahal banyak potensi wisata sejarah yang bisa digali. Seperti legenda Putri Tujuh dan sejarah Kerajaan Sri Bunga Tanjung.

Berbicara mengenai sejarah Melayu Riau, maka akan berbicara tentang Kesultanan Siak, Kesultanan Johor, Kesultanan Lingga (Kepulauan Riau) dan Kesultanan Malaka. Itu bisa digali sebagai kekayaan budaya Dumai. (ema)   






 

komentar : Silahkan Isi Komentar anda dengan tidak menyinggung SARA
Name
Email
Alamat
Komentar
Security Code

 

Assalamualaikum. Bun, ini Redi di Pematang Reba. Bun, tolong tanyakan ke Telkomsel donk Bun, bagaimana caranya SMS atau telepon ke luar negeri (Malaysia) dari Simpati dan berapa tarifnya. Terimakasikasih Pengirim: +6281376810XXX

Selamat ulang tahun Tribun, maju terus ya. Tolong cari tahu dong bagaimana prosedur dan syarat pengurusan izin toko obat? tks before Pengirim: +6281268246XXX

Minggu, 30 Agustus 2009 | 01:02 WIB
Sabtu, 29 Agustus 2009 | 01:45 WIB
Jumat, 28 Agustus 2009 | 00:36 WIB
Kamis, 27 Agustus 2009 | 00:50 WIB
Rabu, 26 Agustus 2009 | 00:14 WIB
Minggu, 23 Agustus 2009 | 00:55 WIB
Jumat, 21 Agustus 2009 | 00:55 WIB
Kamis, 20 Agustus 2009 | 00:43 WIB
Surat Kabar
Majalah dan Tabloid
Penerbit
Media Elektronik
Industri dan Lain-lain
Hotel & Resort
© 2008 IT tribunpekanbaru.com (Dinoz). All rights reserved