Pentingnya Hari Antikorupsi

" "
Minggu, 13 Desember 2009 | 23:44 WIB
Laporan :

Laporan Ramadalius dan Nila

PERINGATAN Hari Antikorupsi se-dunia juga diperingati dengan sejumlah aksi di seluruh Indonesia. Di Jakarta, aksi damai dipusatkan di kawasan silang Monas, Jakarta Pusat. Penggagas Gerakan Indonesia Bersih semula sesumbar akan mengerahkan 100 ribu orang, tapi kenyataannya massa kemarin diperkirakan berjumlah sekitar 40 ribu orang.

Unjuk rasa diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Selanjutnya, enam pemuka agama memimpin pembacaan doa. Sebagai acara puncak, sejumlah tokoh membacakan "Piagam Indonesia Bersih" yang salah satunya berisi tuntutan untuk mengusut tuntas kasus dugaan korupsi dalam pengucuran dana talangan Rp 6,7 triliun ke Bank Century.

Di Makassar, Sulawesi Selatan, demo antikorupsi berlangsung rusuh. Restoran makanan cepat saji Kentucky Fried Chicken (KFC) di Jalan Sam Ratulangi menjadi sasaran pelemparan pengunjuk rasa.

Ratusan mahasiswa melakukan perusakan restoran KFC usai berunjuk rasa. Di Pekanbaru, aksi digelar di sejumlah titik di Kota Pekanbaru, seperti Bundaran Air Mancur, depan Polda Riau, DPRD Pekanbaru, Kantor Kejaksaan Tinggi Riau, DPRD Riau, dan Purna MTQ.

Para pengunjuk rasa yang berjumlah ribuan ini berasal dari mahasiswa sejumlah perguruan tinggi di Pekanbaru, aktivis lembaga swadaya masyarakat, dan seniman.

Selain mengusung spanduk dan poster, pengunjuk rasa juga menggelar aksi teatrikal dan pembacaan puisi. Dalam tuntutannya, pengunjuk rasa di antara menuntut agar Wakil Presiden Boediono dan Menteri Keuangan Sri Mulyani mundur untuk mempermudah penyelidikan kasus dana talangan Bank Century.

Aksi unjuk rasa di Pekanbaru berlangsung aman dan lancar, dengan dijaga ratusan persnonil dari kepolisian. Berikut ini tanggapan sejumlah mahasiswa tentang peringatan Hari Antikorupsi se- dunia.

Tommy Suryadi P
Mahasiswa FISIP UR
Demo Penting
Ribuan orang dari berbagai elemen berdemonstrasi dalam aksi memperingati Hari Antikorupsi sedunia. Sebenarnya saya kurang setuju dengan peringatan ini. Seperti tidak ada hari penting lain yang lebih pantas untuk diperingati.

Lain halnya dengan aksi mahasiswa berupa demo, menurut saya itu penting untuk dilaksanakan.  Setidaknya di sini terlihat eksistensi mahasiswa terhadap nasib bangsa. Walau bagaimanapun pada intinya, pemerintahlah yang berperan sangat penting dalam menuntaskan masalah korupsi di indonesia.

Banyak sudah persoalan-persoalan yang dapat diselesaikan pemerintah setelah mahasiswa turun ke jalan. Jadi jangan dianggap ini adalah perbuatan yang sia-sia. Yang dikhawatirkan saat ini adalah  budaya kampus yang masih menganut sistem purba/rimba dengan slogan "siapa yang kuat bakal jadi pemimpin". Mind set mahasiswa saat ini yang perlu diubah, karena setiap orang punya cara sendiri untuk menunjukkan eksistensinya.

Pengaruh demo merupakan budaya, seperti tragedi 1998 yang menjadi polemik telah memicu mahasiswa untuk unjuk gigi dalam format aksi. Anehnya cara ini aktif, jadi apakah lembaga/orang yg didemo takut kepada pendemonya atau takut terkuak ke media massa tentang kesalahan dia?.

Jadi menurut saya aksi itu merupakan formalitas dari sebuah misi untuk mengubah bangsa, karena kita sebagai agent of change mesti dapat melakukan monuver baru dalam menyampaikan aspirasi.

Andry Kuswara
Mahasiswa Ekonomi Pembangunan UIR
Koruptor Harus Sadar
Hari Antikorupsi sedunia yaitu hari dimana para koruptor mesti sadar akan kelakuan mereka. Hari dimana para koruptor mesti terbuka matanya betapa banyaknya orang-orang yang telah dirugikan karena mereka, dan hari di mana orang-orang yang peduli terhadap perbuatan mereka seperti mahasiswa, para aktifis, dan organisasi mahasiswa lainnya, serta kelembagaan masyarakat dan sejenisnya berjuang tuk mengingatkan kepada mereka supaya sadar.

Menurut saya perbuatan demo boleh-boleh saja, selama tidak mengganggu lalu lintas dan tidak menyebabkan kerusuhan dan kerusakan fasilitas umum. Intinya demo yang berjalan dengan tertib.

Tapi bukan berarti demo juga merupakan solusi terbaik, karena terkesan cuma berkoar-koar tak jelas, sedangkan orang yang sedang diteriakin belum tentu mendengarkan sepenuhnya keluhan mereka.

Akan lebih berguna dan bermanfaat jika mahasiswa bisa menyuarakan antikorupsi ini dengan cara lain, seperti mengadakan seminar antikorupsi supaya keburukan para koruptor bisa terkuak diantara sesama mahasiswa maupun umum. Atau dengan mengadakan acara aksi panggung antikorupsi yang di dalamnya bisa saja diadakan festival seni seperti musik antikorupsi, pagelaran antikorupsi, atau puisi antikorupsi.

Tidak hanya aksi turun kejalan saja, kita bisa juga adain bazar khusus antikorupsi yang di dalamnya bisa juga dijual pernak-pernik antikorupsi, seperti pin, ikat pinggang, stiker, yang dibuat sedemikian rupa dan semenarik mungkin biar komersil. Menurut saya itu lebih bagus.

Putri Rizki AB
Mahasiswi Kedokteran UR
Aspirasi Mahasiswa Berantas Korupsi
Dengan adanya aksi demontrasi yang dilakukan sejumlah elemen mahasiswa di Indonesia, khususnya di Riau pada peringatan hari antikorupsi sedunia adalah sesuatu hal yang sangat penting. Karena dengan cara ini, mahasiswa dapat membantu mengeluarkan aspirasi dan keinginan rakyat dalam hal memberantas korupsi yang dianggap telah menjadi warisan turun temurun.

Ucapan berupa sindiran, harapan, keinginan, dan paksaan yang dilontarkan pada saat turun ke jalan adalah hal yang dianggap merupakan jiwa mahasiswa. Permasalahan-permasalahan korupsi saat ini, setidaknya mahasiswa dapat menjadi pengingat bahkan pengancam bagi koruptor- koruptor di Indonesia, khususnya Riau yang menjadi salah satu daerah terkorup. Setidaknya dengan demikian bagi orang-orang yang ingin korupsi dapat berfikir seribu kali untuk melakukannya.

Sekarang mereka para koruptor tidak bisa lagi menyembunyikan bisnis-bisnis busuknya, karena mahasiswa siap untuk menangkap fakta-fakta yang ada. Jika benar-benar ingin adanya perubahan, kita tidak bisa berharap banyak lagi kepada mereka-mereka yang menjabat diatas sana, yang mengaku sebagai perwakilan masyarakat.

Semoga dengan adanya aksi hari antikorupsi sedunia kemarin dapat dilihat oleh para wakil rakyat. Perubahan sangat diharapkan. Penyelesaian masalah dapat terselesaikan. Tidak ada lagi korupsi yang meraja-rela, tidak ada lagi kecurangan-kecurangan dalam penerimaan PNS, tidak ada lagi kasus-kasus  ketidakadilan terhadap masyarakat yang saat ini santer terdengar di media massa.

M Rafiqi
Mahasiswa Universotas Islam Riau (UIR)
Jangan Hanya Jargon
Indonesia bersih menjadi tuntutan bersama ratusan ribu  orang yang mengelar aksi memperingati hari antikorupsi se-dunia. Sudah lama rakyat merindukan Good government, namun sebaliknya pemerintah yang koruplah yang menjabat di negeri ini, membuat rakyat sengsara dan terus menderita.

Ratusan ribu orang berharap dalam memberantas korupsi bukan hanya habis di jargon semata, namun dibuktikan dengan tindakan nyata dari pemerintah dan aparat kepolisian, kejaksaan dan KPK.

Skandal Bank Century adalah bukti kesekian kalinya dari rapuhnya sistem perbankan nasional yang berbasis ribawi dan birokrat yang berjiwa korup. Sitem perbankan ribawi adalah bagian dari sistem ekonomi  kapitalisme yang sayangnya masih dipertahankan keberadaannya di negeri ini. Skandal ini juga menjadi momentum pembuktian untuk kesekian kalinya, bahwa sistem sekuler dan rezim korup yang tengah berkuasa memang tidak bisa dipercaya.

Sebagai penggantinya masyarakat harus menuntut penerapan system ekonomi yang adil, yang bersumber dari Zat Yang Maha Adil, itulah hukum Allah SWT.

Puput Jumanti Rawan
Mahasiswa Universitas Islam (UIR)
Perlawanan Terhadap Korupsi
Hari antikorupsi sedunia merupakan satu momen untuk memperingati perlawanan terhadap korupsi. Perang terhadap segala perbuatan korupsi yang semakin menjamur di negeri kita semakin mewabah di tubuh birokrasi dan menguras uang rakyat pada pundi-pundi APBN.

Hal yang wajar kita suarakan bersama "anti terhadap korupsi" dan pada tanggal 9 Desember lalu bergabungnya mahasiswa bersama LSM, ormas, dan rakyat dalam satu frame menyuarakan lebih keras lagi antikorupsi.

Teriakan keras rakyat itu merupakan cerminan bahwa rakyat menginginkan negeri bersih dari tindakan korupsi yang telah sekian lama meradang di perut bangsa ini. Masih adakah  diantara kita yang tidak setuju terhadap gerakan anti korupsi.

Hal ini merupakan titik balik dari pergerakan yang pernah dilakukan pada tahun 1998 dimana mahasiswa dan rakyat menemukan musuh bersama yaitu oteriter orde baru. Hari ini musuh bersama itu koruptor. Namun, hal yang  berlebihan ditunjukan oleh presiden  RI ketika tersebar isu akan ada demo besar pada tanggal 9 Desember lalu tersebut. Apakah waktu itu SBY takut kejadian  yang pernah menimpa Soeharto  juga akan menimpa pada dirinya.

Perlu kita pertanyakan komitmen SBY dalam menangani korupsi, apakah benar adanya atau hanya bahasa pencitraan ?Saya rasa rakyat bisa menilainya. Nampaknya hukum di negeri kita hanya tajam ke bawah, dan tumpul ke atas.

Rijalul
Mahasiswa Universitas Islam Riau (UIR)

Rakyat Benci Korupsi
Tingginya kesadaran masyarakat Indonesia dalam mencegah dan memberantas korupsi harus didukung oleh semua pihak. Sebab korupsi merupakan sebuah ancaman besar bagi negera Indonesai jika tidak segera dimusnahkan. Hingga akan membawa dampak yang menghancurkan pundi-pundi APBN negeri ini.

Momen 9 Desember lalu merupakan bukti bahwa masyarakat Indonesia sangat membenci korupsi. Dibuktikan oleh generasi penerus masa depan itu dengan orasi turun kejalan secara serentak diseluruh tana air Indenesai.

Mereka berorasi mengancam tindakan para koruptor di negeri ini. Dan meminta kepada penegak hukum jangan mau meperjual belikan hukum hanya untuk kepentingan pribadi, golongan dan lembaga penegak hukum itu sendiri. Katakan yang salah itu salah dan benar itu memang benar adanya.

Saat ini kepercayaan masyarakat kepada penegak hukum sudah mulai luntur dan hilang. Betapa tidak hukum menurut masyarakat kanya berlaku untuk wong cilik (masyarakat kecil), sedangkan bagi pejabat masyarakat kelas atas hukum bisa dibeli.

Selama ini banyak kasus besar yang merugikan keuangan negara dan daerah ternyata hanya mentok sampai dipengadilan saja. Padahal polisi sebagai penyidik telah melakukan fungsinya dengan benar tetapi malah dipengadilan toh hukum tersebut dimentahkan.

Kasus suap telah merajalela selama ini di tengah masyarakat Indonesia, baik daerah, nasional dan lembaga pemerintahan. Maka, harus diperhatikan oleh lembaga anti korupsi yaitu KPK. Jangan malah menjadikan KPK sebagai kambing hitam yang juga diadili.(hnk)

KOMENTAR ANDA

komentar : Silahkan Isi Komentar anda dengan tidak menyinggung SARA
Name
Email
Alamat
Komentar
Security Code

 

Content on this page requires a newer version of Adobe Flash Player.

Get Adobe Flash player

Surat Kabar
Majalah dan Tabloid
Penerbit
Media Elektronik
Industri dan Lain-lain
Hotel & Resort
© 2008 IT tribunpekanbaru.com (Dinoz). All rights reserved