Pengamat: Kasus Century Membuat SBY-isme Memudar

" "
Rabu, 10 Maret 2010 | 19:09 WIB
Laporan :

JAKARTA, TRIBUN - Kasus skandal Bank Century  diyakini telah membuat popularitas Presiden SBY serta arus SBY-isme kian memudar. Kasus  ini,  juga dianggap telah membuat persepsi masyarakat terhadap SBY sebagai satu-satunya presiden yang ideal, ikut memudar. Hal ini dikatakan oleh salah seorang pengamat politik dari Charta Politika, Yunanto Wijaya dalam diskusi bertajuk Benang Kusut Pasca Angket Century di DPR, Rabu (10/3).
 
"Pertarungan politik antara SBY dengan kubu yang bersebelahan semakin meruncing. Selain itu, kasus Bank Century menjadi nilai tambah bagi partai oposisi. Sementara partai politik mitra koalisi yang kritis pun mendapat momentum dalam rangka menaikkan nilai tawar politik. Kasus Bank Century juga menjadi panggung bagi aktor-aktor politik," ujar Yunanto
 
"Hal-hal semacam itu akan membuat persepsi publik berubah. Sebab, akan muncul konsep satrio piningit lain, yang berbeda dari SBY. Hal itu akan menjadi lahan bagi orang-orang baru yang akan maju pada Pilpres 2014,"  katanya lagi.

Dikatakan, kasus Bank Century, kini,  membuka banyak sekali tabir yang seakan-akan  eksekutif lari dari atnggung jawab sebagai pemegang tertinggi kabinet (presiden). Sementara pidato Presiden, dianggapnya  lebih ke arah pencitraan.

"Sementara konsep koalisi dalam parlemen bersifat permanen. Lucu, jika kemudian dikatakan berkhianat. Ini tidak ada karena beliau menabuh benih yang bermasalah. Penafsiran sewenang- wenang juga terjadi di lembaga legislatif, yakni lembaga legislatif sudah mendegradasikan arti Hak Angket, yang seharusnya menjadi fungsi kontrol lembaga kepresidenan, " kata Yunanto seraya menyatakan, dilihat dari sisi lain,  kegagalan lobi Partai Demokrat dalam kasus Century menunjukkan kapabilitas partai. Pengamat: Kasus Century Membuat SBY-isme Memudar
JAKARTA, TRIBUN - Kasus skandal Bank Century  diyakini telah membuat popularitas Presiden SBY serta arus SBY-isme kian memudar. Kasus  ini,  juga dianggap telah membuat persepsi masyarakat terhadap SBY sebagai satu-satunya presiden yang ideal, ikut memudar. Hal ini dikatakan oleh salah seorang pengamat politik dari Charta Politika, Yunanto Wijaya dalam diskusi bertajuk Benang Kusut Pasca Angket Century di DPR, Rabu (10/3).
 
"Pertarungan politik antara SBY dengan kubu yang bersebelahan semakin meruncing. Selain itu, kasus Bank Century menjadi nilai tambah bagi partai oposisi. Sementara partai politik mitra koalisi yang kritis pun mendapat momentum dalam rangka menaikkan nilai tawar politik. Kasus Bank Century juga menjadi panggung bagi aktor-aktor politik," ujar Yunanto
 
"Hal-hal semacam itu akan membuat persepsi publik berubah. Sebab, akan muncul konsep satrio piningit lain, yang berbeda dari SBY. Hal itu akan menjadi lahan bagi orang-orang baru yang akan maju pada Pilpres 2014,"  katanya lagi.

Dikatakan, kasus Bank Century, kini,  membuka banyak sekali tabir yang seakan-akan  eksekutif lari dari atnggung jawab sebagai pemegang tertinggi kabinet (presiden). Sementara pidato Presiden, dianggapnya  lebih ke arah pencitraan.

"Sementara konsep koalisi dalam parlemen bersifat permanen. Lucu, jika kemudian dikatakan berkhianat. Ini tidak ada karena beliau menabuh benih yang bermasalah. Penafsiran sewenang- wenang juga terjadi di lembaga legislatif, yakni lembaga legislatif sudah mendegradasikan arti Hak Angket, yang seharusnya menjadi fungsi kontrol lembaga kepresidenan, " kata Yunanto seraya menyatakan, dilihat dari sisi lain,  kegagalan lobi Partai Demokrat dalam kasus Century menunjukkan kapabilitas partai. (Persda Network/yat)

KOMENTAR ANDA

komentar : Silahkan Isi Komentar anda dengan tidak menyinggung SARA
Name
Email
Alamat
Komentar
Security Code

 

Content on this page requires a newer version of Adobe Flash Player.

Get Adobe Flash player

Surat Kabar
Majalah dan Tabloid
Penerbit
Media Elektronik
Industri dan Lain-lain
Hotel & Resort
© 2008 IT tribunpekanbaru.com (Dinoz). All rights reserved