/ Home / SmartMom /
Atur Jajan Anak
Foto
" Waspadai anak jajan sembarangan "
Sabtu, 13 Maret 2010 | 22:02 WIB
Laporan :

Namanya juga anak-anak. Pasti tak jauh dari keinginan untuk berbelanja kue maupun mainan alias jajan. Tapi sebagai orangtua, sebaiknya anak tak dibiarkan bebas untuk jajan. Selain menghindari anak dari makanan yang kurang sehat, juga bisa mengajarkan bagaimana mengenal dan memanfaatkan uang.

Orangtua banyak yang sering dibuat pusing karena buah hati memiliki kebiasaan jajan. Hal itu juga yang dirasakan Dian Ambar (32). Ibu dua anak ini mengaku sulit mengatur jajanan anak sulungnya yang baru saja masuk taman kanak-kanak.

"Reyhan baru lima tahun, tapi dah ngerti sama duit buat jajan. Jadi kalau ke sekolah tuh pasti minta uang jajan, padahal diberi bekal makanan," ungkap Dian.
Dian berharap putri bungsunya tak seperti itu. "Kalau Lili, adiknya ini sepertinya beda. Memang sih umurnya baru tiga tahun, tapi cuek kalau lihat uang. Dia juga gak i

kut-ikutan abangnya minta uang ke mama papanya," lanjutnya.
Lain dengan Reyhan dulu, meskipun masih kecil, anak itu sudah mengenal uang. Dia merasa itu kemungkinan dikarenakan kebiasaan sang bunda yang memberi uang dan membayar sendiri jajanannya. "Mungkin jadi kebiasaan sampai sekarang ya," tuturnya.

Kisah Fatima berbeda lagi. Sejak kecil sebenarnya tak pernah mengenalkan kebiasaan jajan pada putri semata wayangnya, Riska. Bahkan sewaktu di TK, Riska tetap tidak mengenal uang. "Pokoknya dulu tuh kalau pengen sesuatu langsung minta barangnya. Dia gak pernah minta uang untuk membeli sendiri. Beli jajanan di sekolah pun gitu, langsung minta barangnya," ujar Fatim.

Dan setelah menginjak kelas 2 SD, ia mulai membiasakan memberi uang saku pada Riska. Tapi di luar dugaan, putrinya justru menjadi boros dan suka jajan. Sehari saja tak diberi uang jajan, pasti merengek-rengek.

Memang wajar jika ada orangtua yang ingin mengajarkan anaknya bersosialisasi. Termasuk bersosialisasi dengan orang lain, termasuk memasukkan anak di sekolahan. Namun sering kali orangtua mendapatkan kendala baru, yakni kebiasaan jajan dari si anak seperti kejadian pada Riska.

Bisa jadi sebelumnya orangtua tak mengenalkan uang pada anaknya. Akan tetapi di sekolah, sang buah hati bisa terbawa kebiasaan temannya yang suka jajan ataupun yang sudah mengenal uang. Buntutnya begitu anak masuk sekolah, kebiasaan baru itu pun muncul.

Lalu bagaimana seharusnya sikap orangtua? Apa memaksa anak untuk tidak boleh jajan?  Tentu saja bukan begitu. Anak masih boleh jajan, namun yang harus diperhatikan orangtua adalah bisa mengatur jajan anak kita.

Misalnya si orangtua yang membelikan jajajan untuk anak tapi tidak perlu mengajak anak. Atau jika orangtua memiliki waktu untuk berkreasi sendiri, maka mereka bisa membuat kreasi makanan yang membuat anak tertarik makan di rumah. Cara ini tentunya lebih menguntungkan dari sisi ekonomi dan kesehatan buah hati. Karena makanan buatan rumah tentunya lebih terjamin kebersihannya dibanding jajajan di luar.

Dan saat memilih sekolahan, orangtua juga bisa mempertimbangkan hal ini. Sebisa mungkin pilihlah sekolah yang melarang para pedagang berjualan di sekitar lingkungan sekolah. Sekolah model ini biasanya telah menyediakan makanan untuk siswanya. (ans)
 

KOMENTAR ANDA

komentar : Silahkan Isi Komentar anda dengan tidak menyinggung SARA
Name
Email
Alamat
Komentar
Security Code

 

Content on this page requires a newer version of Adobe Flash Player.

Get Adobe Flash player

Surat Kabar
Majalah dan Tabloid
Penerbit
Media Elektronik
Industri dan Lain-lain
Hotel & Resort
© 2008 IT tribunpekanbaru.com (Dinoz). All rights reserved