Hari terakhir Benny & Mice Ekspo, Minggu, (14/3/2010), mulai dipadati pengunjung. Mereka tara-tara datang bersama keluarga.
Warga Cikarang, Sunoto (50), datang bersama istri dan dua putrinya. Menurutnya, dua putrinya Bella (14) dan Nacita (18) paling getol dengan karya-karya duo komikus itu.
Namun, Sunoto menilai karya Benny dan Mice menunjukkan gaya hidup orang Jakarta. Dengan bahasa yang gampang dicerna. Lucu dan enak dilihat. "Makanya, terbitan terbaru Benny dan mice selalu di beli oleh anak saya," katanya.
Semua seri, terang Sunoto, sudah di beli. Misalnya, Lost in Bali. Semua keluarga juga menyukainya.
Bella dan Nacita baru hari ini punya waktu untuk megunjungi Benny & Mice Ekspo. Pasalnya, Bella dan Nacita sibu mempersiapkan ujian akhir sekolah. "Saya senang bisa ke sini. Tapi sayang nggak bisa ketemu Benny dan Mice," ujarnya.
Bagi kedua remaja putri itu, karya Benny dan Mice kritis sekaligus menyentil. Mereka, kata Nacita, menangkap cerita uyang dianggap biasa menjadi menarik dan lucu. "Karyanya juga bikin kita merenung," katanya yang menyukai karya Benny dan Mice berjudul 100 tokoh yang Mewarnai Jakarta itu.
Kendati Bella dan Nacita terus mengikuti perkembangan karya-karya Benny dan Mice, mereka mengaku tidak bisa menggambar. "Pengin bisa bikin komik, tapi saya nggak bisa gambar," tutup Bella dan Nacita. (willem jonata)