Petisi 28 Bongkar 4 Dosa AS Terhadap Indonesia

" "
Minggu, 14 Maret 2010 | 20:41 WIB
Laporan :

JAKARTA, TRIBUN - Petisi 28 melalui Salahudin Daeng membeberkan 4 dosa AS terhadap Indonesia, Minggu (14/03/2010) dalam Dialog dan Konsolidasi Menyambut Kedatangan Obama di Doekoen Coffee Pancoran, Jakarta.

Salahudin mengungkap dosa Idiologi sebagai dosa pertama AS. "AS dalang dibalik penghancuran idiologi bangsa dengan memaksakan idiologi kapitalisme menjadi nilai, hukum, dan mencuci otak para elite Ekonomi dan politik bangsa ini," jelas Salahudin.

Menurut Salahudin, Kapitalisme yang digulirkan AS menjadi dasar proyek imperialismenya di Indonesia. "AS mendalangi proyek brainwash para intelektual dan para ekonom yang dikenal sebagai Mafia Berkeley."

Langkah inilah yang menurut Salahudin sebagai persiapan pengambil-alihan kendali pengelolaan perekonomian Indonesia Pasca Soekarno digulingkan 1966 dengan kepentingan kaum kolonial.

Salahudin menyatakan AS dalang dibalik skenario neokolonialisme dan imperialisme (NEKOLIM) di Indonesia. Praktek yang oleh Petisi 28 sebagai dosa kedua, dosa Sejarah ini adalah usaha AS menguasai semua sumber daya alam Indonesia.

Dosa ekonomi, dosa ketiga AS terhadap Indonesia. Oleh Petisi 28, AS sebagai aktor utama seluruh proyek neokolonialisme. "Ini jelas melalui pemberian utang luar negeri dan investasi asing, khususnya AS di Indonesia,"ungkap Salahudin.

Salahudin menuturkan melalui proyek utang luar negeri Indonesia ke IMF dan Bank Dunia, AS bernafsu menguasai tambang dan ekonomi Indonesia. "Liat aja perusahaan-perusahaan AS, seperti Chevron, Exxon, Newmont dan Freeport  menggeruk kekayaan alam Negara ini. Belum lagi kerusakan alam dan pemiskinan masyarakat sekitar," ungkapnya.

Bagi Salahudin, AS dalang dibalik segala tragedi kemanusiaan yang terjadi Indonesia sejak pembantaian para pejuang bangsa pada masa revolusi kemerdekaan. "Contohnya Freeport, selama 43 tahun menjadi aktor utama dalam tragedi pemiskinan, teror, intimidasi dan penghancuran lingkungan serta perampasan tanah di Papua," beber Salahudin. (tribunnews)

KOMENTAR ANDA

komentar : Silahkan Isi Komentar anda dengan tidak menyinggung SARA
Name
Email
Alamat
Komentar
Security Code

 

Content on this page requires a newer version of Adobe Flash Player.

Get Adobe Flash player

Surat Kabar
Majalah dan Tabloid
Penerbit
Media Elektronik
Industri dan Lain-lain
Hotel & Resort
© 2008 IT tribunpekanbaru.com (Dinoz). All rights reserved