Diskes Inhu Akan Tingkatkan Pelayanan Transfusi Darah
"
"
Rabu, 14 Juli 2010 | 22:30 WIB
Laporan : rgt
RENGAT, TRIBUN-Salah satu penyebab tingginya angka kematian ibu hamil adalah karena pendarahan. Karena itu, ketersediaan darah yang aman di rumah sakit merupakan salah satu upaya yang sangat penting dalam mengurangi angka kematian ibu hamil.
"Disamping untuk penyelamatan nyawa ibu melahirkan, darah yang aman juga dibutuhkan untuk berbagai penyakit yang memerlukan transfusi darah," kata Kepala Dinas Kesehatan Inhu, Helmi A Manaf, S,Sos, Rabu (14/7).
Menurut Helmi, untuk mewujudkan pelayanan darah yang berkualitas dan mudah diakses, daerah perlu memiliki unit tranfusi darah (UTD) yang mampu berperan dalam penyediaan darah, terutama darah yang aman dan sesuai standar.
"Di Inhu sudah ada UTD di RSUD Indrasari Rengat yang dikelola bersama oleh PMI Inhu. Dimana PMI berperan dalam mencari pendonor, sedangkan RSUD menyimpan dan mendistribusikan darah kepada masyarakat yang membutuhkan," jelasnya.
Meski demikian, Helmi mengakui saat ini kebutuhan darah belum terpenuhi. Disamping itu peralatan pengelolaan darah, jumlah tenaga UTD serta kendaraan operasional juga belum ada. "Kita memang sudah memiliki 3 unit bank darah yang mampu menyimpan 150 kantong darah. Namun listrik masih sering mati, sehingga dikhawatirkan darah akan cepat rusak," jelas Helmi.
Karena itu, Diskes Inhu akan berupaya peningkatan UTD, baik kelengkapan sarana dan prasarana, kualitas SDM serta peningkatan sosialisasi dan kemitraan dengan semua pihak. Peran Diskes dalam pengawasan dan pembinaan UTD juga akan ditingkatkan agar tersedia darah dalam jumlah yang cukup dan aman bagi masyarakat. (rgt)