Ketua DPRD Riau Makin Terpojok
flickr
" "
Selasa, 27 Juli 2010 | 11:22 WIB
Laporan :

PEKANBARU, TRIBUN - Terkuaknya pertemuan rahasia antara Ketua DPRD Riau Johar Firdaus dengan Direktur Utama (Dirut) PT Perkebunan Nusantara (PTPN) V, Fauzi Yusuf di Jakarta, makin memojokkan politisi Partai Golkar tersebut.

Pertemuan itu diduga ada kaitannya dengan berbagai persoalan yang melilit perusahaan plat merah tersebut. Pertemuan itu dilangsungkan menjelang digelarnya hearing di gedung DPRD Riau, Jl Sudirman, Pekanbaru beberapa waktu lalu.

Atas tragedi ini, Partai Golkar, sebagai tempat bernaungnya Johar, segera bertindak sesuai aturan partai. "Kita sudah minta fraksi (Golkar) untuk menyelidiki masalah ini. Jangan sampai masalah ini jadi bola liar," ujar Ketua DPD Golkar Riau, Indra M Adnan, Senin (26/7).

Indra mengaku baru mendapat informasi soal adanya pertemuan Johar dan Fauzi serta Ketua Komisi B Tengku Azuwir di Jakarta melalui media massa. "Kita juga sudah instruksikan fraksi untuk mengonfirmasi dengan yang bersangkutan," tambah Bupati Inhil ini.

Ditanya apakah dirinya sudah mengontak Johar, menanyakan perihal pertemuan tersebut, Indra mengaku belum melakukannya. Menurut mekanisme dan kebijakan partai, persoalan yang terjadi dengan kader di lembaga DPRD diproses di tingkatan fraksi terlebih dahulu.

"Saya belum telepon yang bersangkutan (Johar). Kita ikuti prosedurnya saja. Saya masih tunggu laporan fraksi. Secepatnya akan kita proses," tambah Indra yang cukup berhati-hati.

Terkuaknya pertemuan Johar dengan Dirut PTPN V, Fauzi Yusuf, melalui rapat kerja antara Komisi B dengan jajaran direksi PTPN V, Kamis lalu. Dalam pertemuan di Jakarta tersebut, Johar turut didampingi Ketua Komisi B, Tengku Azuwir.

Fauzi mengaku makan siang bersama pimpinan dewan dan komisi di sebuah rumah makam di bilangan Jakarta. Spontan, pengakuan Fauzi ini mengejutkan anggota komisi. Sebab pertemuan tersebut diduga sebagai pra kondisi terkait masalah yang akan dibahas di forum hearing.

Saat ini Komisi tengah fokus membahas dugaan terjadinya mark up pembelian pupuk senilai Rp 13 miliar dan utang dana provisi hutan sebesar Rp 2,9 miliar yang belum dibayar perusahaan.

Johar sendiri sempat membantah adanya pertemuan, meski akhirnya setelah rumor ini panas, ia akhirnya membuat pengakuan. Hanya saja Johar membantah saat bertemu Fauzi membicarakan soal kasus yang tengah melilit perusahaan plat merah tersebut.

Sementara itu, Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Riau, Rita Zahara menyatakan, fraksinya hingga saat ini belum memanggil Tengku Azuwir yang merupakan kader partai. Menurutnya, dalam waktu dekat, fraksi akan meminta klarifikasi langsung kepada bersangkutan. "Kami belum memanggil Tengku Azuwir. Tapi, dalam waktu dekat akan kami minta keterangannya soal tudingan pertemuan itu," kata Rita.

Ia menegaskan, Partai Demokrat tidak akan mentolerir perilaku setiap kader untuk melakukan penyelesaian masalah lewat jalur non formal. Partai bahkan tidak pernah mendidik kader untuk menyalahgunakan kewenangannya untuk kepentingan pribadi.

 "Kami tidak pernah mendidik kader berbuat curang. Kader partai merupakan orang yang santun dan harus beretika. Makanya kami harus tahu dulu apa substansi pertemuan itu," kata Rita. (ran)

KOMENTAR ANDA

komentar : Silahkan Isi Komentar anda dengan tidak menyinggung SARA
Name
Email
Alamat
Komentar
Security Code

 

Content on this page requires a newer version of Adobe Flash Player.

Get Adobe Flash player

Surat Kabar
Majalah dan Tabloid
Penerbit
Media Elektronik
Industri dan Lain-lain
Hotel & Resort
© 2008 IT tribunpekanbaru.com (Dinoz). All rights reserved