CPO Milik PT SAN Tumpah di Laut

" "
Rabu, 28 Juli 2010 | 21:36 WIB
Laporan :

DUMAI, TRIBUN - Kantor Lingkungan Hidup (KLH) Kota Dumai melayangkan surat teguran kepada PT  Sarana Agro Nusantara (SAN) terkait tumpahan Crude Palm Oil (CPO) yang terjadi Selasa (28/7) di perairan Dumai tepatnya disekitar pelabuhan cargo. KLH Kota Dumai meminta perusahaan pengolah minyak sawit tersebut  melaporkan kronologis terjadi tumpahan CPO tersebut. Tumpahan tersebut disebabkan karena kebocoran pipa transfusi yang menghubungkan kapal dengan tangki timbun. 
Kepala KLH Kota Dumai, Zulfa Indra, Rabu (28/7) mengatakan jumlah CPO yang tumpah tersebut tidak mencapai sepuluh ton. Namun ditanya Jumlah CPO yang tumpah tersebut ia juga tidak bisa memberikan jawaban pasti.
"Malam itu kita sudah turun mengecek ke lokasi. Saat itu di sana juga sudah ada Adpel Dumai dan pihak PT Pelindo. Informasi sementara yang kita dapatkan jumlah tumpahan tersebut hanya dua sampai tiga kaleng saja. Makanya kita menyurati pihak perusahaand untuk mendapatkan kepastian kronologis dan jumlah CPO yang tumpah," katanya.
Diakuinya surat yang disampaikan ke perusahaan terkait juga ditebuskan ke Kementerian Lingkungan Hidup, Walikota Dumai, DPRD Kota Dumai dan juga Badan Lingkungan Hidup Riau. Saat meninjau lokasi tumpahan CPO tersebut, Selasa malam, keberadaan CPO yang mencemari laut disekirar dermaga kargo tersebut sudah tidak ada. Seluruh tumpahan CPO tersebut langsung ditangai pihak perusahaan. Selain itu diakuinya juga ada yang sudah terbawa oleh air laut.
"Kalaupun tumpahan tersebut tidak banyak, tentunya kita tetap menekankan kepada seluruh perusahaan untuk langsung melaporkan ketika ada kejadian seperti ini. Selain itu kita minta kepada setiap melakukan aktivitas perusahaan harus memperhatikan betul tentang lingkungan dan selalu berhati-hati saat melaksanakan pekerjaan. Sehingga tidak terjadi tumpahan," katanya.
Disebutkanya dari tumpaha tersebut langsung dapat ditangai, sehingga tidak terjadi pencemaran. Namun bukan berarti perusahaan harus melakukan aktivitas seenaknya. Kedepannya dalam setiap melakukan pekerjaan harus menjaga dan memperketat pengawasan seluruh aktivitas dan peralatan yang dilakukan.
"Kita juga meminta kepada PT SAN untuk segera memberikan jawab atas surat yang sudah kita layangkan," katanya.
Sebelumnya saat kejadian, jumlah tumpahan tersebut sempat dikabarkan hampir 10 ton. Penuturan tersebut disampaikan warga yang saat itu sedang berada di lokasi. Ia melihat tumpahan CPO tersebut mengapung di atas permukaan air disekirar dermaga.
Warga yang biasa mengambil CPO yang tumpah tersebut menyebutkan jumlah CPO yang mengambang diatas permukaan air laut seluas hampir sepanjang dermaga. Seperti biasa yang pernah dilakukanya terhadap beberapa kali memungut CPO yang tumpah dengan cara mendulangnya dari luasan tersebut diperkirakan bisa tekumpul cukup banyak. "Biasanya dari hasil pungutan CPO yang tumpah tersebut dijual kembali ke penadah. Harganya Rp 1000 per kilogram. (ibl)

KOMENTAR ANDA

komentar : Silahkan Isi Komentar anda dengan tidak menyinggung SARA
Name
Email
Alamat
Komentar
Security Code

 

Content on this page requires a newer version of Adobe Flash Player.

Get Adobe Flash player

Surat Kabar
Majalah dan Tabloid
Penerbit
Media Elektronik
Industri dan Lain-lain
Hotel & Resort
© 2008 IT tribunpekanbaru.com (Dinoz). All rights reserved