Polisi Gagalkan Penyelundupan 44 Trenggiling ke Malaysia
foto/net

Rabu, 11 Februari 2009 | 11:17 WIB

PEKANBARU, TRIBUN - Polisi berhasil menggagalkan upaya penyelundupan 44 ekor trenggiling hidup di Perairan Tanjung Sekodi, Kecamatan Belitung, Kabupaten Bengkalis, Riau. Hewan langka itu amat menggoda penyelundup, karena harganya tinggi di luar negeri yakni Rp 2 juta per ekor.

Penangkapan pelaku penyelundupan dilakukan Direktorat Kepolisian Air (Ditpolair) Polda Riau pada Senin (9/2) malam, sekitar pukul 19.00 WIB. Selain menyita puluhan trenggiling, polisi juga menahan dua tersangka yakni Tiong (42) dan Saharuddin Daulay (40). Sedangkan, satu tersangka, yang diketahui adalah oknum polisi dari Polres Bengkalis berinisial ST, berhasil meloloskan diri.

Hasil pemeriksaan polisi terhadap tersangka menunjukan bahwa trenggiling tersebut berasal dari daerah Gudap, Kabupaten Bengkalis. Perkembangbiakan hewan langka tersebut diperkirakan menemui puncaknya di musim panas ini.

"Trenggiling ini rencananya akan diselundupkan ke Malaysia untuk dijual seharga dua juta rupiah per ekor," kata Wakapolda Riau Kombes (pol) Bambang Suparno dalam jumpa pers di Pekanbaru, Selasa (10/2). Dia didampingi DirPol Air Polda Riau Kombes Drs. Zainal A. Paliwang,Wakil Satuan Tugas BBKSDA Riau M. Putra Per, serta Kepala Detasemen Provost Polda Riau Kompol Zaidun.

Penyeludupan satwa langka tersebut melanggar UU No.5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam. Para pelaku diancam hukuman maksimal lima tahun penjara dan denda Rp100 juta.

Mengenai keterlibatan oknum polisi, Bambang mengatakan masih dalam penyelidikan. Polisi juga terus mengembangkan kasus itu untuk mengungkap pelaku lainnya yang terlibat jaringan penyelundupan trenggiling internasional.

Perwira Operasi Ditpolair Polda Riau, Iptu Tri Irawan, mengatakan penangkapan dilakukan berdasarkan informasi dari masyarakat bahwa akan ada penyeludupan trenggiling ke Malaysia pada hari Sabtu (7/2). Kapal Pol 002 milik Pol Air diperintahkan untuk melakukan penyanggongan, dan akhirnya menemukan KM Rocyah di Perairan Tanjung Sekodi pada Senin malam.

Untuk mengelabui petugas KM Rockyah berpura-pura digunakan sebagai kapal penangkap ikan. "Tidak ada perlawanan pada saat penangkapan. Puluhan trenggiling  disembunyikan mereka di bawah palka kapal," tuturnya.

Menurut Tri Irawan, modus penyeludupan dilakukan pelaku dengan membawa pompong ke perairan perbatasan Indonesia-Malaysia yang berjarak sekitar 30 mil dari perairan Tanjung Sekodi.  Di tengah lautan, sudah menunggu kapal dari Malaysia untuk melakukan transaksi dan membawa trenggiling masuk ke negeri jiran.

Seorang tersangka, Tiong mengaku dibayar Rp500 ribu oleh pemilik trenggiling untuk mengantar hewan langka itu ke pembeli. Sementara oknum polisi berperan mengawal para penyelundup
 trenggiling hingga perbatasan Indonesia-Malaysia. "Polisi mengawal sampai tengah laut," kata Tiong.

Kembali ke habitat
Polda Riau menyerahkan puluhan trenggiling itu kepada Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau untuk dilepas ke kawasan konservasi Cagar Alam Bukit Bungkuk, Kabupaten Kampar.

"Kami akan kembalikan mereka ke habitatnya di kawasan cagar alam karena trenggiling termasuk satwa yang dilindungi," kata M. Putrapper, Wakil Satuan Tugas BBKSDA Riau.

Menurut Putrapper, rata-rata berat trenggiling yang akan diselundupkan mencapai tiga hingga empat kilogram. Hewan berkulit keras itu dimasukan para tersangka penyelundup ke dalam kantong plastik jaring berwarna biru dan disembunyikan di bawah palka kapal.

Sejumlah trenggiling tampak stres akibat upaya penyelundupan itu. Seekor trenggiling bahkan berusaha untuk kabur ketika dikeluarkan dari plastik oleh petugas polisi untuk ditunjukan
kepada wartawan.

Dua tersangka ditahan di Mapolda Riau. Sementara KM Rockyah diamankan di Pos Pol Air Polda Riau Tanjung Buton. (hengki/antara)


 

KOMENTAR ANDA

1 dari 1 Halaman Komentar | First Prev Next Last

yah semoga saja itu bener2 dikembalikan kehabitat yang tepat bukan sekedar tameng doang.... dan selamat dah buat Kepolisian

Posted by: Nuskan Syarif | Minggu, 23 Agustus 2009 | 14:45 WIB

komentar : Silahkan Isi Komentar anda dengan tidak menyinggung SARA
Name
Email
Alamat
Komentar
Security Code

 

Content on this page requires a newer version of Adobe Flash Player.

Get Adobe Flash player

1 dari 1 Halaman Komentar | First Prev Next Last

yah semoga saja itu bener2 dikembalikan kehabitat yang tepat bukan sekedar tameng doang.... dan selamat dah buat Kepolisian

Posted by: Nuskan Syarif | Minggu, 23 Agustus 2009 | 14:45 WIB

Surat Kabar
Majalah dan Tabloid
Penerbit
Media Elektronik
Industri dan Lain-lain
Hotel & Resort
© 2008 IT tribunpekanbaru.com (Dinoz). All rights reserved