Proyek Stadion Duri Terbengkalai
foto/net
" "
Kamis, 12 Februari 2009 | 11:16 WIB
Laporan :

DURI, TRIBUN - Proyek pembangunan stadion Duri nyaris tak terdengar lagi. Hampir sembilan tahun lalu, proyek senilai Rp 6,8 miliar ini diluncurkan. Namun hingga kini yang ada hanya rangka bangunan saja.

Sungguh aneh tapi nyata. Begitulah kalimat yang pantas diucapkan bila melihat kondisi proyek gedung olahraga (GOR) Duri di Jalan Stadion. Selain letaknya yang jauh dari pusat kota Duri dan akses jalan yang amat memprihatikan, keberadaan bangunan stadion hingga kini belum menunjukkan bentuk layaknya sebagai pusat olahraga.

Padahal, dana pembangunannya sudah dianggarkan sejak sembilan tahun lalu, tepatnya lewat anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) Bengkalis tahun 2000 silam.

Saat Tribun menyambangi lokasi proyek, yang terlihat hanya tegakan rangka bangunan. Kayu-kayu penahan semen masih melekat. Sementara dasar bangunan yang masih dari tanah terlihat digenangi air. Praktis rangka bangunan tersebut seperti tak bernilai saja rasanya. Halaman stadion juga masih dari tanah berlumpur.

Hanya papan nama proyek di jalan masuk proyek yang bisa berbicara soal pembangunan  tersebut. Di papan proyek yang tampaknya masih baru dibuat itu tertulis nama proyek Lanjutan Pembangunan Gedung Olahraga Kecamatan Mandau.

Lama proyek hanya 175 hari dengan perusahaan pelaksana PT Panca Belia Prima Karsa. Konsultan perencana yakni CV Trace Engineering Consultant dan pengawas PT Sandi Arifa Consultant.

Hanya ada tujuh pekerja laki-laki yang sedang mencopoti kayu-kayu tersebut. "Kami bekerja sejak dua minggu lalu. Hanya untuk melepaskan kayu-kayu ini saja," kata seorang pekerja yang terlihat sudah berkeringat, Selasa (10/2) siang.

Menurut anggota DPRD Bengkalis periode 1999-2004 yang ikut menggodok penganggaran pembangunan tersebut HM Darna, penganggaran proyek sudah dilakukan mulai tahun 2000 lalu.

Namun, dalam perjalananan, proyek tersebut terkendala selama tiga tahun berturut-turut hingga tahun 2003. Baru, pada tahun 2004, pembangunan kembali dilanjutkan. Namun, sejak saat itu, pemantauan pembangunan fisik tidak pernah lagi dilanjutkan.

Tahun 2004 lalu, pembangunan proyek mulai dikerjakan kembali. Atas desakan wakil rakyat dapil Mandau, Pemkab kembali menganggarkan kelanjutan pembangunan pada tahun 2005 lalu. Darna memperkirakan total dana yang dianggarkan sampai tahun 2005 sudah mencapai Rp 9 miliar lebih.

"Proyek tersebut memang layak dipertanyakan. Bagaimana pertanggungjawabannya saat ini tidak jelas. Saya memperkirakan pembangunan sudah mengeluarkan dana sebesar Rp 9 miliar. Namun, hingga saat ini belum selesai juga," kata Darna, Rabu (11/2).

Belum lagi proyek selesai, Pemkab Bengkalis tahun 2007 kembali menganggarkan dana perluasan tanah untuk proyek GOR tersebut. Dokumen yang dimiliki Tribun  menunjukkan nilai  pembebasan lahan sebesar Rp 3 miliar untuk tanah seluas 4 hektar. Namun hingga kini, perluasan tanah GOR tersebut belum jelas. Tidak ada tanda-tanda batas atau patok tanah GOR yang dimaksud.

Soal adanya proyek perluasan GOR tersebut memang dibenarkan oleh Rozali Saidun, Camat Mandau yang bertugas saat itu. Namun, ia mengaku tak mengetahui soal seluk beluk pembebasan lahan, termasuk nominal angka penganggaran yang dikeluarkan.

"Ya, memang ada perluasan tanah untuk stadion saat itu. Tapi, saya kurang tahu rinciannya," kata Rozali yang kini menjadi Kepala Satpol PP Kabupaten Bengkalis lewat sambungan telepon.

Kepala UPT Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kecamatan Mandau Edi Warman mengaku tidak tahu menahu soal perjalanan proyek tersebut. Informasi darinya, tahun 2009 ini, anggaran kelanjutan proyek akan kembali disediakan untuk penyelesaian GOR itu. Ia menyarankan Tribun langsung berurusan dengan pejabat terkait di Bengkalis.

 "Saya tidak tahu soal awal perencanaan proyek tersebut. Saya belum bertugas di sini waktu itu. Tapi, tahun 2009 ini, proyek akan kembali dilanjutkan. Untuk informasinya langsung saja ke Bengkalis," terang Warman. (raya)


Tiga Tahun Macet

* Nama Proyek        Pembangunan GOR Duri
* Lokasi            Jalan Stadion
* Dana            Rp 6,8 Miliar
* Sumber             APBD TA 2000
* Tahun 2001 - 2003 terkendala
* Tahun 2004 Proyek kembali dilanjutkan
* Tahun 2005 Kucuran dana kembali diberikan
* Tahun 2007 Dikucurkan dana Rp 3 M untuk perluasan lahan
* Tahun 2009 terbengkalai, hanya kerangka bangunan
Sumber: data Tribun

KOMENTAR ANDA

1 dari 1 Halaman Komentar | First Prev Next Last

ini baru contoh satu kasus.. coba lihat kebelakang lagi.. masih banyak pekerjaan2 yang dikerjakan sampai sekarang belum bisa dinikmati oleh masyarakat duri sendiri pada umumnya. seperti : terminal, rumah sakit, dll.. yang sangat diperlukan sekali oleh masyarakat duri. kalau dipikir2 dimana letak controlnya pengawasan pekerjaan projek untuk daerah duri,, sementara dana dah turun. kok SBY masih percaya juga pada kinerja anggota bengkalis.., lihat dong hasilnya mana...??? jangan cuma kasi dana aja.. minta hasilnya juga. koruptor kok dipelihara.

Posted by: r4y | Jumat, 1 Januari 2010 | 09:37 WIB

Laporkan ke KPK aza,tangkap tikus-tikus koruptor-koruptor itu pak.

Posted by: jhon girsang | Minggu, 15 Februari 2009 | 21:05 WIB

komentar : Silahkan Isi Komentar anda dengan tidak menyinggung SARA
Name
Email
Alamat
Komentar
Security Code

 

Content on this page requires a newer version of Adobe Flash Player.

Get Adobe Flash player

1 dari 1 Halaman Komentar | First Prev Next Last

ini baru contoh satu kasus.. coba lihat kebelakang lagi.. masih banyak pekerjaan2 yang dikerjakan sampai sekarang belum bisa dinikmati oleh masyarakat duri sendiri pada umumnya. seperti : terminal, rumah sakit, dll.. yang sangat diperlukan sekali oleh masyarakat duri. kalau dipikir2 dimana letak controlnya pengawasan pekerjaan projek untuk daerah duri,, sementara dana dah turun. kok SBY masih percaya juga pada kinerja anggota bengkalis.., lihat dong hasilnya mana...??? jangan cuma kasi dana aja.. minta hasilnya juga. koruptor kok dipelihara.

Posted by: r4y | Jumat, 1 Januari 2010 | 09:37 WIB

Laporkan ke KPK aza,tangkap tikus-tikus koruptor-koruptor itu pak.

Posted by: jhon girsang | Minggu, 15 Februari 2009 | 21:05 WIB

Surat Kabar
Majalah dan Tabloid
Penerbit
Media Elektronik
Industri dan Lain-lain
Hotel & Resort
© 2008 IT tribunpekanbaru.com (Dinoz). All rights reserved