4 Sampel Bakso di Dumai Positif Formalin
foto/net
" "
Rabu, 25 Februari 2009 | 12:42 WIB
Laporan :

DUMAI, TRIBUN - Hasil pengujian oleh Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Riau akhir 2008 kemarin, cukup membuat pedagang bakso, mie basah dan tahu ketar-ketir. Betapa tidak, dari delapan tempat yang diambil sampel secara acak ditemui adanya kandungan formalin dan boraks.

Sontak hasil pengujian ini membuat pedagang dan produsen ketiga jenis dagangan itu bingung. Selain mengaku tak pernah menggunakan bahan yang tak layak konsumsi itu, mereka juga mulai kehilangan pelanggan.

SI, pemilik warung bakso di Jalan Sukajadi Dumai contohnya. Menurutnya, bakso yang dia jual merupakan hasil olahan sendiri. Sementara untuk bahan yang di gunakan merupakan bahan yang biasa di pakai untuk memasak, seperti bumbu penyedap, tepung kanji serta daging sapi.

Kecuali untuk menggiling daging, dia mengupahkan kepada pemilik gilingan yang ada di Kota Dumai. Sebab untuk membeli peralatan penggilingan di butuhkan modal sekitar Rp 30 juta. Di Dumai terdapat dua tempat penggilingan daging, yakni di Jalan Sukajadi Gang Salak dan di Jalan Merdeka.

"Yang jelas kami tidak pernah menggunakan formalin dan boraks. Entah lah kalau dari tempat penggilingan daging. Sebab kami memang tidak memiliki karena harganya mahal," kata SI kepada Tribun, Selasa (24/2).

SI meminta pihak terkait untuk benar-benar melakukan penelitian dan menjelaskan hasilnya secara rinci kepada pemilik bakso. Sehingga tidak membuat mereka resah dan berdampak pada menurunnya masyarakat yang membeli bakso.

Empat tempat bakso dan satu mie basah hasil temuan BPOM Riau yang tidak layak konsumsi itu berlokasi di seputaran Kota Dumai. Namun, dari empat tempat bakso, hanya satu yang mengandung formalin dan boraks secara bersamaan, sedangkan sisanya hanya mengandung satu jenis, formalin saja atau boraks saja.

Menurut Kepala BPOM Riau, Dra Erna Tara Apt, pengujian terhadap bakso di lakukan dengan mengambil sampel bakso untuk selanjutnya di ujikan pada laboratorium. Hasil pengujian saat ini sudah di sampaikan kepada Dinas Kesehatan Kota Dumai untuk di tindaklanjuti.

"Pengujian yang kita lakukan merupakan kegiatan rutin guna menjaga dan menjamin makanan yang akan di konsumsi masyarakat benar-benar layak konsumsi. Untuk tindaklanjut dari hasil temuan itu merupakan tanggungjawab Dinas Kesehatan setempat. Bentuknya bisa pembinaan dan pengawasan," kata Erna di hubungi melalui telepon selularnya, Selasa (24/2).

Namun bukan berarti dengan temuan formalin dan boraks itu, pemilik bakso sengaja mencampurkannya saat membuat bakso. Bisa saja formalin dan boraks berasal dari bahan-bahan atau alat yang sudah tercemar sebelumnya.

Di sisi lain, Kepala Dinas Kesehatan Kota Dumai, Dr Agus Widayat membenarkan telah menerima hasil temuan BPOM Riau terkait temuan bakso yang tidak layak konsumsi karena  mengandung formalin dan boraks. Hasil pengujian itu juga sudah di tindaklanjuti dengan memanggil pemilik bakso yang mengandung formalin dan boraks.

Dinkes Lakukan Uji Ulang
Bantahan pemilik bakso menggunakan formalin dan boraks sebagai campuran pembuatan bakso langsung ditanggapi Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Dumai. Dinkes menyatakan akan kembali melakukan pengujian terhadap bakso-bakso yang sebelumnya di temukan mengandung formalin dan boraks. Upaya kroscek itu di harapkan mampu menjawab keraguan pemilik bakso dan masyarakat.

"Pengujian ulang itu juga untuk memastikan dari mana formalin dan boraks itu tercemar ke bakso. Saat ini kita tinggal menunggu hasilnya saja," kata  Kepala Dinas Kesehatan Kota Dumai, Dr Agus Widayat.

Agus juga meminta masyarakat tidak resah dan tidak perlu khawatir mengkonsumsi bakso, sebab kandungan formalin dan boraks hasil pengujian BPOM Riau tergolong rendah, sehingga tidak terlalu membahayakan kesehatan. (rahmadi)

Hasil Secara Acak

Sampel    :  5 Pedagang Bakso   
Hasil         :  2 Positif Formalin
                     2 Positif  Borak
                     1 Positif Boraks dan Formalin

Sampel     : 1 Pedagang Tahu   
Hasil          : Positif formalin

Sampel    :  2 Pedangan Mie Basah
Hasil         :  Positif boraks 1
Sumber: BPOM Riau

KOMENTAR ANDA

1 dari 1 Halaman Komentar | First Prev Next Last

BPOM Riau Apakah terhadap penjual Bakso

Posted by: Hadi | Senin, 29 Juni 2009 | 12:56 WIB

please donk, jgn korban kami sbg konsumen, hanya sekedar mau untung berlipat. berapa pun harganya asal tak merugikan dan pantas utk dihargai mahal pun tak jadi soal. pihak terkait tolong perhatikan agar mengawasi lebih intensif.

Posted by: anscrop | Sabtu, 28 Februari 2009 | 13:50 WIB

Kalau ngasih informasi yg jls aja lah. Sebaiknya semua bakso yang dijual di dumai itu diperiksa. Jgn ngambil sample secara acak begitu. Walaupun hasilnya ujian kandungan formalin dan boraknya tergolong rendah tetap aja ada. Kalau terus2an dikomsumsi kan bisa berbahaya. Jgn jadikan hasil temuan untuk mencari uang !

Posted by: Ummi Kaltsum | Jumat, 27 Februari 2009 | 17:24 WIB

Makanya Bung, para pecinta Bakso harus hati2 dalam menyalurkan hasrat nya, PILIH BAKSO yang bebas dari bahan pengawet yg membahayakan itu. Beli Bakso aja di BAKSO MARLAN dah jelas bebas dari bahan pengawet alias STERIL

Posted by: Umar Faruq | Jumat, 27 Februari 2009 | 16:51 WIB

komentar : Silahkan Isi Komentar anda dengan tidak menyinggung SARA
Name
Email
Alamat
Komentar
Security Code

 

Content on this page requires a newer version of Adobe Flash Player.

Get Adobe Flash player

1 dari 1 Halaman Komentar | First Prev Next Last

BPOM Riau Apakah terhadap penjual Bakso

Posted by: Hadi | Senin, 29 Juni 2009 | 12:56 WIB

please donk, jgn korban kami sbg konsumen, hanya sekedar mau untung berlipat. berapa pun harganya asal tak merugikan dan pantas utk dihargai mahal pun tak jadi soal. pihak terkait tolong perhatikan agar mengawasi lebih intensif.

Posted by: anscrop | Sabtu, 28 Februari 2009 | 13:50 WIB

Kalau ngasih informasi yg jls aja lah. Sebaiknya semua bakso yang dijual di dumai itu diperiksa. Jgn ngambil sample secara acak begitu. Walaupun hasilnya ujian kandungan formalin dan boraknya tergolong rendah tetap aja ada. Kalau terus2an dikomsumsi kan bisa berbahaya. Jgn jadikan hasil temuan untuk mencari uang !

Posted by: Ummi Kaltsum | Jumat, 27 Februari 2009 | 17:24 WIB

Makanya Bung, para pecinta Bakso harus hati2 dalam menyalurkan hasrat nya, PILIH BAKSO yang bebas dari bahan pengawet yg membahayakan itu. Beli Bakso aja di BAKSO MARLAN dah jelas bebas dari bahan pengawet alias STERIL

Posted by: Umar Faruq | Jumat, 27 Februari 2009 | 16:51 WIB

Surat Kabar
Majalah dan Tabloid
Penerbit
Media Elektronik
Industri dan Lain-lain
Hotel & Resort
© 2008 IT tribunpekanbaru.com (Dinoz). All rights reserved