Amir Ditodong Saat Shalat Tahajud
Tribun Vladimir
" Aparat kepolisian sektor Bukitraya yang dibackup Poltabes Pekanbaru sedang melakukan olah TKP peramp "
Kamis, 19 Maret 2009 | 10:48 WIB
Laporan :

* Rampok Bobol Brankas Rp 600 Juta
 
PEKANBARU, TRIBUN - Kantor perusahaan kembali menjadi sasaran kawanan perampok. Rabu (18/3) dini hari, sekitar pukul 03.00 WIB, perampok menyatroni komplek PT PNP Bangkinang di Jalan Garuda, Pekanbaru. Setelah berhasil melumpuhkan petugas keamanan dan menyekap mereka bersama karyawan lainnya, perampok menggasak brankas berisi uang tunai Rp 600 juta.

Seorang juru mesin di pabrik karet itu, Armal, dipukul pakai gagang kampak di bagian kepala. Ia harus menjalani perawatan di Rumah Sakit Tentara, Pekanbaru.

Direktur PT PNP Bangkinang Laurensius mengatakan, uang Rp 600 juta itu untuk pembayaran getah yang dibeli dari para toke. "Saya tahu pabrik dirampok sekitar pukul 05.00 WIB dari laporan petugas satpam. Subuh itu juga saya ke pabrik, setelah saya cek lalu saya lapor ke Mapoltabes Pekanbaru," kata Laurensius.

Kepala kasir di perusahaan perindustrian dan perdagangan itu, Endang (34) mengatakan, uang itu baru diambil dari Bank Buana pada Selasa (17/3) siang. "Uang disimpan dalam dua brankas, masing-masing berisi Rp 400 juta dan Rp 600 juta. Yang berhasil dibongkar perampok brankas berisikan uang Rp 600 juta. Brankas Rp 400 juta hanya rusak, mereka tampaknya kesulitan membukanya," tutur Endang.

Ia menambahkan, brankas dibobol dengan cara dibor dari bagian belakang lalu dicongkel dengan linggis. Dari catatan Tribun, ini merupakan kasus perampokan kantor perusahaan yang kedua di awal 2009 atau yang kelima sejak 2008. Kerugian umumnya mencapai ratusan juta rupiah.

Dini hari
Kawanan perampok yang diduga terdiri dari empat orang masuk dari pintu gerbang pabrik getah itu sekitar pukul 03.00. Setelah berhasil masuk kedalam pabrik, perampok segera melumpuhkan seorang petugas satuan pengamanan, Partupuan Manulang (35), di Pos Satpam dekat gerbang.
Partupuan tak berdaya di bawah todongan senjata api dan senjata tajam.

"Perampok minta Partupuan menyebutkan di mana petugas keamanan atau orang-orang yang ada di pabrik malam itu. Partupuan terpaksa mengatakan petugas lainnya ada di belakang kantor," tutur Amir Hamzah, kepala satpam di pabrik tersebut.

Tangan dan kaki Partupuan lalu diikat. Mulut dan mata dilakban, lalu ia disekap di dalam Pos Satpam. Para perampok kemudian menyebar untuk melumpuhkan orang-orang di kompleks perusahaan.

"Saya ditemukan oleh kawanan perampok di mushola. Saat itu saya lagi shalat tahajud," ujar Amir.

Ketika Amir berdiri dari sujudnya, tiba-tiba senjata api jenis pistol ditodongkan di kepalanya. "Saya diancam supaya jangan melawan. Lalu tangan saya diikat ke belakang. Mulut serta mata saya dilakban," kata dia.

Armal (36), seorang juru mesin, sedang tertidur di ruang mesin ketika dibangunkan perampok. "Ketika saya terbangun, didepan saya sudah ada orang. Tanpa saya sadari, seseorang memukul kepala saya dari belakang dengan gagang kapak. Saya tersungkur," kata Armal saat ditemui di RS Tentara.

Kawanan perampok juga melumpuhkan dua karyawan, Onglas Siregar dan Jhon. Dua toke yang saat itu ada di pabrik untuk menjual getah karet, masing-masing Mudahar dan Nazar, ikut diikat perampok. Mereka semua dibawa ke Pos Satpam dan diperintahkan tiarap.

"Saat itu kami diancam agar jangan bergerak, kalau bergerak akan dibunuh. Saya menguping pembicaran perampok berbicara dengan logat salah satu bahasa daerah dan saya mengerti apa yang mereka bilang. Katanya, bunuh saja kalau macam-macam," tutur Amir.

Bobol brankas
Perampok kemudian menuju ke kantor PT PNP Bangkinang, yang berada di bagian belakang kompleks perusahaan. Selain kantor, di kompleks itu terdapat tiga bangunan pabrik pengolahan karet.

Mereka merusak pintu untuk masuk ke ruangan kasir, dengan sasaran dua brankas yang berada di pojok kanan. Brankas berisi uang tunai Rp 600 juta akhirnya dapat dibuka paksa, dengan cara dibor dan dilinggis. Meski begitu, upaya membongkar brankas cukup lama.

Akibatnya, mereka diduga kehilangan waktu untuk membongkar paksa brankas kedua. Hari sudah hampir pagi, dan mereka memilih segera kabir dengan sebuah mobil.

Mendengar tidak ada suara-suara lagi, petugas keamanan Partupuan Manulang berusaha membuka ikatan di tangannya. Upaya Partupuan berhasil, karena ia satu-satunya dengan tangan terikat ke depan. Setelah bebas, ia melepaskan ikatan rekan-rekannya yang lain.

"Setelah berhasil lepas, kami segera menelepon Pak Laurensius," ucap Partupuan.

Kapolsekta Bukit Raya AKP H Nurbasri kepada Tribun mengatakan, pihaknya mendapat laporan melalaui radio dari Poltabes Pekanbaru sekitar pukul 05.15 WIB. Rabu pagi Kasat Reskrim Poltabes Pekanbaru AKP Jon Wesly Arianto SIK terlihat ikut melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Menurut AKP Nurbasri, sebenarnya di pabrik ada 8 orang saat kejadian. Satu petugas keamanan bernama Heri Susanto yang bertugas di pos belakang tidak ditemukan perampok.

"Kasus ini masih kita selidiki, dan sudah tujuh orang kita periksa. Mereka itu tiga petugas satpam, dua toke karet yang ada di pabrik dan dua orang kasir," tutur Nurbasri
Menurut dia, perampok juga menggasak uang di kantong mereka yang disekap dengan jumlah Rp 1.235.000 dan satu unit telepon selular. (rsy) 

KOMENTAR ANDA

1 dari 1 Halaman Komentar | First Prev Next Last

Dari pada merampok, mendingan jadi marketing freelance www.riauproperty.com tuh... Moga perampoknya bertaubat

Posted by: anton sumbara | Kamis, 19 Maret 2009 | 13:00 WIB

komentar : Silahkan Isi Komentar anda dengan tidak menyinggung SARA
Name
Email
Alamat
Komentar
Security Code

 

Content on this page requires a newer version of Adobe Flash Player.

Get Adobe Flash player

1 dari 1 Halaman Komentar | First Prev Next Last

Dari pada merampok, mendingan jadi marketing freelance www.riauproperty.com tuh... Moga perampoknya bertaubat

Posted by: anton sumbara | Kamis, 19 Maret 2009 | 13:00 WIB

Surat Kabar
Majalah dan Tabloid
Penerbit
Media Elektronik
Industri dan Lain-lain
Hotel & Resort
© 2008 IT tribunpekanbaru.com (Dinoz). All rights reserved