Penis Salman Nyaris Putus Saat Sunatan Massal

" "
Kamis, 2 Juli 2009 | 23:39 WIB
Laporan :

PADANG, TRIBUN - Seakan tidak peduli dengan sorotan kamera, Salman Alfarisi (12) tampak asyik bermain, sambil berbaring di sal bedah anak di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr M Djamil Padang, Kamis (2/7). Tak terlihat raut kesakitan ataupun keluhan dari mulutnya.

Sedangkan Elva, ibunya saat itu tidak tampak menemani Salman di pembaringan.
Salman mengaku tidak tahu dan tidak merasakan penisnya tersayat pisau bedah, saat mengikuti sunatan massal di Puskesmas Aie Dingin, Kelurahan Lubuk Minturun Kecamatan Koto Tangah Padang pada Rabu (1/7). Begitu juga saat tim dokter dari RSUP Dr M Djamil Padang mengoperasi penisnya setelah kecelakaan tersebut.

"Tidak terasa, biasa saja," ujar Salman acuh tak acuh ketika ditanya apakah merasakan sakit usai operasi rekonstruksi penis pada Rabu (1/7).

Anak Elva dan Lukman Koto tersebut menjadi korban kedua dalam dua bulan terakhir akibat kelalaian petugas media dalam kegiatan sunatan massal di Kota Padang. Sebelum Salman, Irfan (10) warga Lambung Bukik, Kelurahan Lambuang Bukik Kecamatan Pauh, Padang juga mengalami hal sama pada Kamis (21/5). Kondisi Irfan lebih parah dibanding dialami Salman. Irfan sempat dirawat beberapa minggu sebelum dibolehkan pulang.

Peristiwa yang menimpa Salman terjadi saat Puskesmas Aie Dingin menggelar sunatan massa bagi keluarga yang tidak mampu. Sunatan massal ini dikoordinir kelurahan setempat dan merupakan kegiatan tahunan dinas kesehatan Kota Padang. Tahun 2009, dinas kesehatan Padang melakukan sunatan massa untuk 950 anak di Kota Padang. Lebih banyak 50 anak dibanding tahun 2008.

Peristiwa yang menimpa Salman tersebut terjadi sekitar pukul 11.30, Rabu (1/7). Sunatan massal gratis tersebut diikuti sebanyak 32 anak dari 60 anak yang tidak mampu di Aie Dingin Padang.

Salman mendapat giliran keempat untuk disunat seorang bidan. Saat proses penyunatan, bagian bawah penisnya tersayat sepanjang 3,5 sampai 4 milimeter. Karena terjadi pendarahan, korban dilarikan ke RSUP Dr M Djamil setelah sempat mendapat pengobatan awal di puskesmas.

Korban langsung dioperasi kecil pukul 16.00 oleh tim dokter RSUP Dr M Djamil untuk merekonstruksi penisnya yang tersayat tersebut. Operasi berlangsung sampai pukul 18.00, Rabu (1/7).

Saat Salman ditemui di ruang bedah sal anak, usai operasi, Elva, ibu Salman tidak banyak komentar. Elva tampak cemas dan enggan ditanya wartawan dengan alasan masih merasa trauma.
Direktur Umum SDM dan Pendidikan Rumah Sakit M Djamil Padang, Aguswan mengatakan, kecelakaan tersebut merupakan kejadian yang tidak diharapkan dalam dunia medis.

"Ini kegiatan pengabdian masyarakat, secara prosedural sudah benar karena dilakukan di puskesmas, tapi yang namanya kecelakaan bisa saja terjadi, namun yang jelas, kondisi korban tidak parah," ujar Aguswan saat diwawancarai wartawan di kantornya pada Rabu (1/7).

Pasca dioperasi, kondisi Salman sudah mulai membaik. Bahkan saat ditemui Kamis (2/7), Salman seperti tidak merasakan kesakitan pada penisnya pasca operasi konstruksi tersebut. (yst)

KOMENTAR ANDA

komentar : Silahkan Isi Komentar anda dengan tidak menyinggung SARA
Name
Email
Alamat
Komentar
Security Code

 

Content on this page requires a newer version of Adobe Flash Player.

Get Adobe Flash player

Surat Kabar
Majalah dan Tabloid
Penerbit
Media Elektronik
Industri dan Lain-lain
Hotel & Resort
© 2008 IT tribunpekanbaru.com (Dinoz). All rights reserved