Asap Kiriman Kembali Selimuti Dumai
Dumai_asap

Jumat, 3 Juli 2009 | 01:25 WIB

 

DUMAI, TRIBUN-Kabut asap kembali menyelimuti Kota Dumai, Kamis (2/7). Kepekatan asap mulai dirasakan sejak pagi hingga pukul 10.00 WIB. Kabut asap kebakaran hutan dan lahan tersebut kiriman daerah lain, karena di Dumai tidak ditemukan titik api.

Kepekatan asap pagi hari membuat jarak pandang hanya sekitar 1.500 meter. Jarak pandang ini sebenarnya sudah menganggi aktivitas bandara. Namun, kemarin aktivitas penerbangan di Bandara Pinang Kampai mulai dilakukan pukul 10.00 WIB.

"Kalau pagi tadi memang agak tebal. Tapi jam 10.00 WIB ini sudah mulai menipis dengan jarak pandang sudah 3.000 meter. Kalau masih 1.500 memang aktivitas keberangkatan dan kedatangan tidak bisa," kata Kepala Operasional Bandara Pinang Kampai Dumai, Achuin.

Keterangan Achuin, pukul 08.00 WIB kemarin asap tidak begitu tebal. Pergerakan angin yang datang dari arah utara membuat asap semakin menebal antara pukul 08.30 WIB sampai pukul 10.00. Ditambah lagi cuaca pagi mendung, asap menjadi terkumpul.

Ketika suhu udara rendah asap akan berkumpul di lapisan permukaan. Tapi ketika suhu mulai naik, kumpulan kabut asap tersebut akan naik ke atas. Achuin mengatakan, karena jadwal penerbangan dimulai dengan keberangkatan Fokker 100 Pelita Air carteran Chevron dari Bandara Halim Perdana Kusuma Jakarta menuju Pinang Kampai Dumai, berangkat pukul 11.00 WIB kabut asap sudah tidak menjadi kendala untuk pendaratan.

Termasuk pesawat charteran Pertamina, Casa 212 yang akan berangkat menuju Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru. Meskipun belum menganggu aktivitas bandara tapi kabut asap mengganggu kesehatan warga. Muhsin, misalnya. Pegawai swasta ini mengaku kabut asap membuat nafasnya menjadi sesak. Namun, ia terpaksa harus menerobosnya karena harus kerja.

"Beberapa waktu lalu sempat tak ada asap karena ada hujan. Udara jadi bersih sehingga bernafas menjadi lapang. Tapi sekarang sudah muncul lagi," kata Muhsin.

Kasi Penghijauan Rahabilitasi dan Pengamanan Hutan Dinas Pertanian Perkebunan dan Kehutanan Dumai, Baharuddin, menyebutkan kabut asap bukan berasal dari Dumai. Asap merupakan kiriman beberapa daerah tetangga. Sebab di Dumai sendiri baik dari laporan masayrakat maupun dari patroli dilapangan tidak ditemukan titik api.

Sementara itu, Kepala Operasional Daerah Dumai, Ihsan Abdillah menyebutkan, tak ada hutan Dumai mengalami kebakaran. Kebakaran hutan ataupun lahan banyak terjadi di Rohil. Pada Kamis (2/7), ditemukan 13 titik api Riau. Rincianya, 3 di Indragiri Hilir, 9 di Indragiri Hulu dan 1 di Pelalawan. Sedangkan pada Rabu (1/7), terdapat 23 titik api di seluruh Riau. Termasuk daerah yang berbatasan langsung dengan Dumai. (ibl)

  • Jarak Pandang Tiga Ribu Meter

KOMENTAR ANDA

komentar : Silahkan Isi Komentar anda dengan tidak menyinggung SARA
Name
Email
Alamat
Komentar
Security Code

 

Content on this page requires a newer version of Adobe Flash Player.

Get Adobe Flash player

Surat Kabar
Majalah dan Tabloid
Penerbit
Media Elektronik
Industri dan Lain-lain
Hotel & Resort
© 2008 IT tribunpekanbaru.com (Dinoz). All rights reserved