Terbang dari Bandara Tempuling
Jumat, 3 Juli 2009 | 01:35 WIB

 

 

TEMBILAHAN- Hampir dapat dipastikan pemberangkatan Jemaah Calon Haji (JCH) Indragiri Hilir (Inhil) musim haji 2009 dilakukan pada Bandara Tempuling di Kelurahan Sei Salak Kecamatan Tempuling.

Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Inhil, Selasa lalu menggelar pertemuan segi tiga bersama dengan RAL dan Kanwil Depag Riau di Pekanbaru. Pertemuan ini membicarakan perihal kelayakan Bandara Tempuling untuk memberangkatan JCH Inhil menuju ke Batam.

 

Pertemuan tersebut sebagai bentuk penegasan atas wacana yang sudah berkembang selama ini. Pesawat yang akan dipergunakan untuk membawa JCH Inhil itu milik RAL. Pesawat milik maskapai penerbangan tersebut sudah pernah menjajal landasan pacu Bandara Tempuling, sehingga dinilai tidak asing karena telah mengantongi data pasti tentang landing dan take off di bandar udara ini.

 

"Insya Allah tidak ada perubahan lagi, pemberangkatan JCH kita tetap dilaksanakan pada Bandara Tempuling. Sekarang kita pun sedang menggesa penyempurnaan beberapa titik di bandara tersebut, seperti parkir maupun akses masuk," ujar Kadishubkominfo, Drs HM Thaher MM, Rabu (1/7)..

 

Pemberangkatan melalui Bandara Tempuling, menurut dia akan mempermudah JCH Inhil. Jika sebelumnya, JCH harus duduk pada ferry cepat sekitar lima jam. Apabila menggunakan pesawat terbang, hanya diperlukan waktu tidak sampai satu jam perjalanan. Ini akan membuat stamina JCH tetap terjaga sehingga mereka pun dinilai bakal lebih fokus menghadapi keberangkatan ke Mekkah.

 

Keberangkatan JCH Inhil melalui Bandara Tempuling itupun nantinya akan dilepas secara khusus. Merekalah yang menjadi JCH pertama yang diberangkatkan lewat Bandara Tempuling. Apabila sebelumnya, pelabuhan utama Tembilahan penuh sesak oleh lautan manusia. Kali ini diperkirakan area di sekitar Bandara Tempuling yang dipenuhi oleh warga.

 

"Apabila memang landasan pacu kita bisa didarati pesawat RJ-100, itu jelas akan lebih baik lagi. Kita berharap ini benar-benar mampu direalisasikan, sehingga bukan hanya mempermudah keberangkatan JCH saja, tetapi juga akan mempermudah kita seluruhnya ketika bandara ini dapat difungsikan secara komersial," tegas Thaher.

 

Setakat ini, tidak ada lagi hambatan bagi Bandara Tempuling untuk menerbangkan angkutan udara. Terkecuali alat navigasi. Perangkat itu dinyatakan Thaher bakal terpasang dalam waktu tidak begitu lama lagi. Pihaknya terus berkoordinasi dengan Dishub Riau mengenai pemasangannya, karena inilah perangkat penting yang sangat dinantikan. (zul)

KOMENTAR ANDA

komentar : Silahkan Isi Komentar anda dengan tidak menyinggung SARA
Name
Email
Alamat
Komentar
Security Code

 

Content on this page requires a newer version of Adobe Flash Player.

Get Adobe Flash player

Surat Kabar
Majalah dan Tabloid
Penerbit
Media Elektronik
Industri dan Lain-lain
Hotel & Resort
© 2008 IT tribunpekanbaru.com (Dinoz). All rights reserved