JAKARTA, TRIBUN - Saham-saham di Bursa Efek Indonesia Jumat (3/7) pagi berkutat di zona merah, seiring sentimen negatif dari bursa regional dan Wall Street.
Indeks Harga Saham Gabungan sesi pertama langsung turun 0,98 persen atau 20,285 poin menjadi 2.045,468, pada pukul 09.39 waktu JATS. Saham-saham komoditas menyeret indeks di jalur negatif.
Sementara indeks Kompas100 melemah 0,95 persen, kemudian indeks LQ45 berkurang 0,96 persen serta Jakarta Islamic Index turun 0,61 persen.
Kemarin IHSG ditutup naik tipis 0,28 persen pada level 2.065,753 meski pada awal sesi perdagangan sempat naik cukup signifikan. Pergerakan indeks diwarnai oleh sentimen dari angka inflasi yang diumumkan kemarin, serta ekspektasi penurunan BI Rate.
Menurut analis riset Panin Sekuritas Purwoko Sartono aksi jual (profit taking0 terlihat mulai melanda indeks setelah bursa regional dan harga komoditas bergerak melemah pada sore hari. "Hari ini kami perkirakan indeks akan cenderung bergerak melemah dimana sentimen suku bunga tampaknya sudah terefleksi pada kenaikan harga saham perbankan dan properti dalam beberapa hari terakhir," sebutnya.
Dikatakan dia, rendahnya nilai transaksi dalam beberapa hari terakhir memberikan sinyal investor melakukan "sait and see" terkait dengan agenda politik pemilu Presiden pekan depan. Ia memperkirakan kisaran support-resistance hari ini ada pada 2.049-2.077. (kc/edj)