Pekanbaru, TRIBUN-Kondisi jalan lintas timur Sumatra di Provinsi Riau sangat memprihatinkan. Ruas jalan banyak yang rusak dan banyak terdapat titik rawan kecelakaan.Berdasarkan pantauan, Rabu (9/9), masih terdapat kerusakan pada badan jalan tak jauh dari Kota Pekanbaru. Seperti jalan di daerah Minas hingga Duri, Kabupaten Bengkalis.
Badan jalan bergelombang, sebagian amblas dan berlubang. Kondisi tersebut memperparah ruas jalan yang berkelok dan minim penerangan. Upaya perbaikan hanya terlihat di dua titik kerusakan. Sehingga kendaraan harus ekstra hati-hati terutama pada saat hujan.
Selain itu, sedikitnya terdapat lima titik rawan kecelakaan di jalur tersebut. Yakni di Km 16-25 Pekanbaru-Pelalawan dengan kondisi jalan sempit berkelok. Pada Km 30-35 Simpang Beringin-Pangkalan Kerinci, Pelalawan badan jalan rusak. Serta di Km 293-299 Selensen-Kemuning, Kabupaten Indragiri Hulu, banyak jalan berlubang.
Kondisi jalan ini dikeluhkan oleh sejumlah pengguna jalan lintas timur yang selalu ramai saat mudik setiap Lebaran. Jalan negara ini merupakan akses yang menghubungkan Jambi-Riau-Sumatra Utara hingga Nanggroe Aceh Darussalam."Terkadang kita merasa tidak adil melihat jalan lintas timur yang tiap tahun selalu rusak dan pemerintah lamban memperbaikinya.
Berbeda sekali kalau melihat jalur Pantura di Jawa yang tiap menjelang Lebaran selalu diperbaiki," kata Rizal Harahap, warga yang berencana mudik ke Medan. Sumatra Utara Ia mengatakan, transportasi darat tetap menjadi pilihan utama untuk mudik sebab lebih ekonomis ketimbang menggunakan pesawat.
Kondisi jalan rusak di Riau itu, ujarnya, sangat kontras apabila melihat begitu banyak keuntungan negara yang dihasilkan dari daerah ini untuk pemerintah pusat.
"Memangnya yang mudik itu hanya orang Jawa saja. Pemerintah harus lebih memprihatinkan fasilitas jalan di luar Jawa terutama menjelang Lebaran," kritiknya. (ant)